Profesionalisme Korpri dalam Pelayanan Publik

Standar

A.      Pendahuluan

Di era reformasi saat ini, birokrasi sebagai komponen utama pengelola pemerintahan negara harus meningkatkan kualitas pengabdian dan kinerja terbaiknya kepada masyarakat, bangsa. dan negara. Namun, hasil survei KPK dari 60 pemkot se-Indonesia, Metro menempati posisi paling tinggi. Yaitu dengan skor 3,15. Apakah KORPRI sudah professional dalam melaksanakan pelayanan publik?

Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui profesionalisme KORPRI dalam pelayanan publik. Makalah ini akan membahas beberapa hal yaitu 1)harapan kepada seluruh korpri, 2)hakikat pelayanan publik, 3)budaya melayani.

B.      Harapan kepada seluruh KORPRI

  1. Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sebagai aparatur negara serta pelihara dedikasi, integritas, dan loyalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas.
  2. Menyikapi secara responsif dan konstruktif berbagai kritik dari masyarakat
  3. Melaksanakan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab serta jangan kecewakan rakyat.
  4. Memegang teguh komitmen netralitas, hindarkan semua bentuk politik praktis, serta pastikan keberpihakan dan loyalitas Korpri tegak lurus hanya kepada bangsa dan negara.
  5. Mengamalkan doktrin Korpri Bhinneka Karya Abdi Negara

C.      Hakikat Pelayanan Publik

Seharusnya pemerintah dibentuk sebagai system multiproses yang bertujuan memenuhi dan melindungi kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik. Namun, kualitas pelayanan publik yang kerap dikeluhkan masyarakat dapat terjadi karena berbagai hal. Salah satu determinan internal adalah lemahnya sistem pengendalian manajemen pemerintahan. Diketahui, pada jam-jam pelayanan publik, aparat kerap lalai dalam melayani masyarakat. Set mental ini menjadi derivasi bagi budaya kerja, sebagian lembaga pemerintahan yang lazim datang terlambat, kualitas pelayanan minimalis, hingga mempersulit proses.

D.       Budaya Pelayanan

Keberhasilan kinerja dievaluasi atas dasar harapan dan kepuasan masyarakat. Menciptakan budaya vertikal melalui model hubungan saling tolong menolong. Dengan semangat saling tolong menoling dan melayani, akan memberikan pelayanan public yang berkualitas, dapat menjadi role model, dan pembangunan mental masyarakat yang positif. Masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengubah dari memanfaatkan orang lain menuju budaya pelayanan terhadap orang lain.

Daftar Pustaka :

M. Edy Bisri Mustofa.2011.” Profesionalisme Korpri dalam Pelayanan Publik” (online),(http://www.radarlampung.co.id/read/opini/43786-profesionalisme-korpri-dalam-pelayanan-publik, diakses tanggal 7 Desember 2011)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s